AKUNTANSI UIN ALAUDDIN MAKASSAR

AKTIVA (Ajang Kreativitas Akuntansi)

Salam Redaksi

Posted by akuntansiuin pada 27 Desember 2009

Situs Aktiva (Ajang Kreativitas Akuntansi) UIN alauddin Makassar merupakan information and communication center bagi mahasiswa Akuntansi UIN Alauddin Makassar yang dikembangan dalam versi ONLINE. Aktiva dikembangkan pertama kali melalui MADING (Majalah Dinding) oleh jurusan akuntansi UIN sebagai sarana informasi, dalam rangka memenuhi tuntutan informasi yang semakin berkembang maka pihak the development of technology pada jurusan akuntansi merasa perlu membuat Aktiva dalam versi ONLINE. Blog ini Insya Allah akan dikembangkan secara bertahap dalam ragka memberikan kemudahan bagi mahasiswa Akuntansi dalam mendapatkan informasi baik mengenai aktivitas perkuliahan yang dalam hal ini DUNIA KAMPUS maupun inforfmasi lainya. Blog ini juga diharapkan dapat memberikan sumbangsi ilmu pengetahuan bagi pihak yang membutuhkan . semoga kehadiran blog ini memberikan kita jalan yang lebih baik.

Salam Redaksi
ANDI ODDANG
FITRIANI
ADI SURIADI

Selamat datang di Dunia Akuntansi UIN. klik artikel yang kamu mau di link KATEGORI. berbagai macam pilihan yang ditawarkan mulai dari artikel mengenai mata kuliah Akuntansi, teknologi, hiburan , hingga tips and trik. tersedia pula halaman mengenai berita terkini yang menampilkan news paling update di kampus, halaman hiburan termasuk facebook. maksimalkan hidup kamu dengan AKTIVA Online Edition.

Posted in Uncategorized | Komentar Dinonaktifkan pada Salam Redaksi

welcome

Posted by akuntansiuin pada 17 April 2009

akuntansi uin

akuntansi uin

Posted in Uncategorized | Komentar Dinonaktifkan pada welcome

konsep dasar Akuntansi (tugas mata kuliah Akuntansi keuangan madya I).

Posted by akuntansiuin pada 20 Februari 2010

Klik disini untuk mendownload file.

STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN

KONSEP DASAR AKUNTANSI

Menciptakan metode yang seragam untuk menyajikan informasi, sehingga laporan keuangan dari berbagai perusahaan yang berbeda dapat dibandingkan dengan lebih mudah

Kumpulan konsep, standar, prosedur, metode, konvensi, kebiasaan dan praktik yang dipilih dan dianggap berterima umum disebut: Generally Accepted Accounting Principles (GAAP)

Badan yang membuat standar akuntansi keuangan di Amerika Serikat:

Financial Accounting Standard Board (FASB) berdiri tahun 1973 menggantikan American Principles Board (APB) sebuah lembaga swasta yang bertanggung jawab untuk pembentukan standar akuntansi di Amerika Serikat. Produk FASB adalah Publikasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (Statements of Financial Accounting Standards).

Organisasi lain yang penting dalam pelaporan keuangan:

SEC (Securities and Exchange Commision) dibentuk tahun 1934 dengan tugas utama mengatur penawaran dan perdagangan efek oleh perusahaan kepada masyarakat

AICPA (American Institute of Certified Public Accounting) merupakan organisasi profesional dari para akuntan publik yang tersertifikasi

Accounting Principles Board

Tiga belas konsep dasar :

  • Entitas akuntansi
  • Usaha berlanjut
  • Pengukuran sumber ekonomik dan kewajiban
  • Perioda- perioda waktu
  • Pengukuran dalam unit uang
  • Akrual
  • Harga pertukaran
  • Angka pendekatan
  • Pertimbangan
  • Informasi keuangan umum
  • Statement keuangan berkaitan secara mendasar
  • Substansi daripada bentuk
  • Materialitas

Wolk, Tearny dan Dodd

Empat konsep yang dianggap sebagai postulat :

  • Usaha berlanjut
  • Perioda waktu
  • Entitas akuntansi
  • Unit moneter

Anthony, Hawkins dan Merchant

Konsep dasar dibagi menjadi :

  • Pelandas statemen posisi keuangan : pengukuran dengan unit uang ; entitas ; usaha berlanjut ; kos dan aspek ganda.
  • Pelandas statemen laba- rugi : perioda akuntansi ; konservatisma ; realisasi ; penandingan ; konsistensi dan materialitas.

Paton dan Littleton

Konsep dasar :

  • Entitas bisnis atau kesatuan usaha
  • Kontinuitas kegiatan
  • Pengahargaan sepakatan
  • Kos melekat
  • Upaya dan capaian
  • Bukti terverifikasi dan objektif
  • Asumsi

Kesatuan usaha

Konsep ini menyatakan bahwa perusahaan dianggap sebagai suatu kesatuan atau badan usaha ekonomik yang berdiri sendiri, bertindak atas namanya sendiri dan kedudukanya terpisah dari pemilik atau pihak lain yang menanamkan dana dalam perusahaan dan kesatuan ekonomik tersebut menjadi pusat perhatian atau sudut pandang akuntansi.

Prinsip akuntansi

Tiga konsep penting yang sangat berbeda maknannya yaitu :

  • Prinsip akuntansi : segala ideologi, gagasan, asumsi, konsep, postulat, kaidah, prosedur, metoda dan teknik akuntansi yang tersedia baik secara teoretis maupun praktis yang berfungsi sebagai pengetahuan.
  • Standar akuntansi
  • Prinsip akuntansi berterima umum ( PABU )

KERANGKA  KONSEPTUAL AKUNTANSI

1.     Definsi  dan  Tujuan

  1. “Suatu  system  yang  koheren  tentang  tujuan  dan  konsep  dasar  yg  sailing  berkaitan,  yg  diharapkan  dpt menghasilkan  standar  – standar  yg  konsisten  dan  memberi  pedoman  tentang  jenis,  fungsi  ,  dan  keterbatasan  akuntansi  keuangan dan pelaporan” (sumber : FASB 1978).
  2. IAI pada bulan September 1984 memutuskan untuk mengadopsi kerangka konseptual yang disusun oleh IASC sebagai dasar penyusunan dan penyajian informasi keuangan di Indonesia.
  3. Tujuan : “Merumuskan konsep yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan”.

2.     Tujuan Laporan Keuangan Konvensional

  1. Tiga pihak yang terkait dengan laporan keuangan : (1) Perusahaan, (2) Pemakai, (3) Profesi Akuntansi
  2. Accounting Principles Board:
    1. Tujuan Khusus: “Menyajikan secara wajar dan sesuai dengan PABU mengenai posisi keuangan, hasil operasi, dan perubahan lain dalam keuangan”.
    2. Tujuan Umum: “Memberikan informasi: sumber ekonomi, kewajiban, kekayaan bersih, proyeksi laba, perubahan harta dan kewajiban, serta informasi yang relevan”.
    3. Tujuan Kualitatif:

1.  Relevan (Relevance)

2.  Dapat dipahami (Understanbility)

3.  Dapat diuji kebenarannya (Verifiability)

4.  Netral (Netrality)

5.  Tepat waktu (timeliness)

6.  Dapat diperbandingkan (Comparability)

7.  Kelengkapan (Completeness)

  • PAI (Prinsip Akuntansi Indonesia):
    1. Memberi Informasi yang dapat dipercaya mengenai aktiva, kewajiban, dan modal.
    2. Memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam aktiva netto akibat kegiatan usaha.
    3. Memberikan informasi keuangan bagi pemakai laporan keuangan dalam menaksir kemampuan perusahaan menghasilkan laba
    4. Memberikan informasi penting lainnya seperti aktivitas pembiayaan dan investasi
    5. Mengungkapkan sejauh mungkin info lain yang berhub dengan lap keu yang relevan dg kebutuhan pemakai lapkeu, seperti info mengenai kebijakan akuntansi yang digunakan.
  • SAK NO. 1:

“Menyediakan info yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bai sejumlah besar pemakai dan pengambil keputusan”.

Asumsi Dasar Akuntansi

  • Going Concern (Konsep Kelangsungan Usaha)

Dalam menyusun lap keu harus dianggap bahwa perusahaan (entity) yang dilaporkan akan terus beroperasi di masa yang akan datang, tdk ada asumsi akan dibubarkan.

  • Kesatuan Usaha (Economic Entity)

Di dalam konsep ini, perusahaan dipandang sebagai suatu unit usaha yang berdiri sendiri, terpisah dari pemiliknya.  Atau dengan kata lain perusahaan dianggap sebagai ‘unit akuntansi’ ang terpisah dari pemiliknya atau dari kesatuan usaha lain.  Untuk tujuan akuntansi, perusahaan dipisahkan dari pemegang saham atau pemilik.  Dengan anggapan seperti itu, maka transaksi-transaksi perusahaan dipisahkan dari transaksi-transaksi pemilik dan oleh karenanya maka semua pencatatn dan laporan dibuat untuk perusahaan tadi.  Kesatuan usaha akuntansi bisa berupa badan usaha (PT, Firma, CV,dll), bagian usaha tertentu (divisi, department, dan organisasi non profit.

  • Penggunaan Unit Moneter dalam Pencatatan

Konsep ini mempunyai asumsi bahwa alat ukur paling baik untuk aktiva dan kekayaan perusahaan (equity) serta perubahan-perubahan yang terjadi didalamnya adalah uang. Asumsi ini mengakibatkan laporan keuangan hanya mencakup kegiatan-kegiatan yang dapat diukur dengan uang.  Biasanya, asumsi ini dibatasi pada transaksi-transaksi usaha yang terjadi.  Pencatatan traksaksi dengan menggunakan ukuran mata uang pada saat terjadinya suatu transaksi disebut pencatatan yang didasarkan pada biaya histories.  Dasar ini digunakan dengan suatu anggapan daya beli unit moneter yang dipakai adalh stabil dan perubahan-perubahan daya beli yang terjadi tidak akan mengakibatkan penyesuaian-penyesuaian.  Tetapi, jika terjadi perubahan daya beli yang mencolok (terutama dalam keadan inflasi) maka laporan keuangan yang disusun dengan dasar biaya histories akan memberikan gambaran yang tidak sesuai dengan keadaan, dan dengan demikian kegunaannya akan berkurang.  Oleh karena itu jika ada perubahan harga pasar tidak dianggap sebagai transaksi usaha sehingga tidak dicatat dan dilaporkan.

  • Periode Waktu (periodicity/time period)

Kegiatan perusahaan berjalan terus dari periode yang satu ke periode yang lain dengan volume dan laba yang berbeda.  Untuk itu, informasi keuangan harus diberikan secara berkala/disajikan untuk periode-periode tersebut.  Misalnya, laporan keuangan disajikan secara bulanan, tahunan, triwulan, dll.  Laporan keuangan ini harus dibuat tepat pada waktunya, agar berguna bagi manajemen dan kreditur.  Ada beberapa implikasi dari pelaporan berkala itu:

      1. Perubahan aktiva dan modal perusahaan tidak selalu berarti perubahan dalam arus kas.  Jadi, ada beberapa transaksi non kas yang dicatat.  Dengan kata lain, pencatatan dan pelaporan pendapatan didasarkan atas metode akrual (accrual bases) yaitu pendapatan dicatat pada saat dihasilkan (earned) dan biaya dicatat pada saat terjadi (incurred).  Semua itu belum berarti diterima atau dikeluarkannya uang tunai (Kas).
      2. Pengalokasian ke dalam periode-periode tertentu dimana dibuat laporan keuangan.  Alokasi ini dinamakan dengan taksiran-taksiran (estimates) dan penilaian.  Selisih antara jumlah-jumlah yang ditaksir dengan yang sesungguhnya terjadi jika tidak cukup berarti, akan diserap oleh periode berikutnya.  Tetapi jika selisih itu jumlahnya cukup berarti sehingga akan menyesatkan laporan keuangan periode berikutnya maka akan dilakukan penyesuaian terhadap laporan keuangan periode tersebut. Contoh: alokasi biaya penyusutan, amortisasi, piutang ragu-ragu (piutang tak tertagih), dll.

Posted in Akuntansi Intermedit | Leave a Comment »

Makalah Karya Tulis Ilmiah (tugas mahasiswa akuntansi).

Posted by akuntansiuin pada 20 Februari 2010

MAKALANYA

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Realitas yang dihadapi mahasiswa dalam proses penetapan judul, kadang – kadang ada yang terasa lucu. Hal ini terjadi ketika seorang dosen / pembimbing meminta mahasiswanya untuk mengajukan tema penelitian. Kemudian mahasiswa mengajukan judul, lantas dosen / pembimbing tersebut menolaknya. Dalam hal ini mahasiswa salah mengartikan tema disamakan dengan judul, padahal bukan begitu. Tema adalah pokok masalah yang akan dijadikan objek penelitian ataupun objek pembahasan karya ilmiah.

Sebelum mengarang seseorang telah memiliki sesuatu bahwa yang akan diankat sebagai tema dalam penyusunan karya tulis ilmiah. Kegiatan menulis merupakan suatu kegiatan yang harus dilakukan dengan sadar, terarah, dan mempunyai mekanisme, serta kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan pada tahap pencernaan kegiatan nyang dilakukan penulisan.

Tema dpat di peroleh dari berbagai sumber seperti pengalaman,pendapat penalaran, pengamatan dan penyelidikan terhadap sesuatu baik yang akan di lakukan di lapangan maupun melalui buku-buku dan karangan lainnya. Selain itu kreasi imajinatif (daya khayal) dapat dijadikan sumber dalam pemilihan tema dan penetapan judul Karya Tulis Ilmiah.

Menarik bukan berarti bombastis. Judul-judul yang bombastis sekilas memang menarik perhatian pembaca. Akan tetapi pembaca akan segera kecewa ketika membaca isi tulisan tersebut. Sebab judul yang bombastis itu biasanya tidak mencerminkan isi tulisan yang dibahas. Betapa sering kita dikecewakan oleh judul-judul buku yang seperti ini. Membaca judul dan sinopsis buku yang biasanya ditulis di kover belakang kita sering tertarik untuk membelinya. Akan tetapi, ketika setelah sampai di rumah dan membacanya kita menjadi sangat kecewa. Demikian pula ketika kita membaca koran atau majalah atau tulisan apapun, sering dikecewakan oleh judul yang bombastis tetapi isinya tidak relevan.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang akan dijelaskan pada makalah ini:

  1. Jelaskan tentang pemilihan tema pada karya tulis ilmiah!
  2. Jelaskan tentang penetapan judul pada karya tulis ilmiah !

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pemilihan Tema dalam Karya Tulis Ilmiah
  1. Pengertian Tema

Tema ialah bidang kajian dalam karya tulis ilmiah. Misalnya dalam bidang pengajaran, penilaian audio visual, hasil belajar, kesulitan belajar siswa, motivasi, belajar dan pendakatan bimbingan. Penulisan karya ilmiah harus dimulai dengan tema yang tepat dan terarah sehingga dalam penentuan judul dapat terorganisir dengan baik karena mengetahui dengan jelas apa yang hendak ditulis.

Agar terhindar dari kesulitan memperoleh tema, beberapa hal harus diperhatikan, antara lain:

    1. Selalu menambah pengalaman, banyak melihat, mendengarkan, membaca, berdiskusi, mengalami sendiri berbagai peristiwa.
    2. Selalu rajinm engamati sesuatu yang terjadi di sekitar kita atau membaca buku, jurnal, majalah, koran yang merupakan hasil pengamatan/penelitian orang lain.
    3. Selalu mengembangkan imajinasi dan kreativitas.
    4. Sering mengadakan diskusi dan tukar-menukar pendapat untuk melatih mengemukakan pendapat dan mempertahankannya dengan argumentasi dan contoh yang baik dan tepat serta memperluas cakrawala berpikir.

Untuk menghasilkan sebuah tulisan yang berbobot, penulis harus memilih tema yang menarik, memungkinkan untuk digarap, ruang lingkup yang tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit, dan hangat.

Sering kita mendapatkan tema, ide atau gagasan secara tiba-tiba. Bisa ketika kita membaca, bisa ketika kita melihat sesuatu, atau bisa  seketika atau bahkan dalam mimpi. Kilasan-kilasan ide atau gagasan atau tema sering mudah kita lupakan. Jika hal itu tidak segera kita tangkap, maka mereka akan segera menghilang dari pikiran kita. Oleh sebab itu, ide-ide tersebut harus segera dicatat. Adalah hal yang menarik jika ide-ide itu kita dokumentasikan dalam sebuah buku ide. Sewaktu-waktu kita dapat mengingat kembali ide-ide kita yang dituangkan ke dalam sebuah buku. Kita tinggal memilih ide atau tema mana yang kita nilai sangat menarik  bagi pembaca, dan mulailah kita menulis. Menulis dan menulis, sebagai wahana latihan tanpa mengenal lelah dan putus asa.

  1. Syarat Penentuan Tema
    1. Tema menarik perhatian penulis

Tema yang menarik perhatian penulis akan memungkinkan penulis berusaha terus- menerus mencari data untuk memecahakan masalah-masalah yang dihadapi, penulis akan didorong terus-menerus agar dapat menyelesaikan karya tulis itu sebaik-baiknya.

    1. Tema dikenal/diketahui dengan baik

Maksudnya bahwa sekurang-kurangnya prinsip-prinsip ilmiah diketahui oleh penulis. Berdasarkan prinsip ilmiah yang diketahuinya, penulis akan berusaha sekuat tenaga mencari data melalui penelitian, observasi, wawancara, dan sebagainya sehingga pengetahuannya mengenai masalah itu bertambah dalam. Dalam keadaan demikian, disertai pengetahuan teknis ilmiah dan teori ilmiah yang dikuasainya sebagai latar belakang masalah tadi, maka ia sanggup menguraikan tema itu sebaik-baiknya.

    1. Bahan-bahannya dapat diperoleh

Sebuah tema yang baik harus dapat dipikirkan apakah bahannya cukup tersedia di sekitar kita atau tidak. Bila cukup tersedia, hal ini memungkinkan penulis untuk dapat memperolehnya kemudian mempelajari dan menguasai sepenuhnya.

    1. Tema dibatasi ruang lingkupnya

Tema yang terlampau umum dan luas yang mungkin belum cukup kemampuannya untuk menggarapnya akan lebih bijaksana kalau dibatasi ruang lingkupnya.

  1. Penetapan Judul dalam Karya Tulis Ilmiah
  1. Pengertian Judul

Judul adalah refleksi dari permasalahan yang berhubungan dengan tema yang dipilih sehingga dalam penentuan tema, permasalahan dan judul saling berkaitan satu sama lain, karena merupakan prosedur awal dalam penyusunan karya ilmiah.

Judul karya ilmiah harus mencerminkan isi dan diusahakan tidak terlalu panjang untuk itu rumusan judul penelitian hendaknya menyatakan atau menyiratkan variabel yang diteliti, kata kunci dari masalah atau tujuan penelitian. Apabila judul ditentukan sebelum memulai menulis, maka penulis atau pengarang hendaknya selalu bersedia untuk mempertimbangkannya kembali setelah karya ilmiah tersebut selesai ditulis.

Judul pada wujudnya berbentuk satu kalimat pernyataan, bukan kalimat pertanyaan. Judul terdiri dari kata-kata yang jelas, singkat, dekriktif dan pernyataan tidak terlalu puitis, meskipun demikian judul merupakan pencerminan atau identitas dari seluruh isi karya tulis yang dapat menjelaskan dan menarik, sehingga semua orang yang membacanya dapat dengan segera menduga tentang materi dan permasalahan serta kaitannya, selain itu dapat pula diketahui tentang objek dan metode, maksud dan tujuan, serta wilayah dan kegunaan penelitian atau merupakan gambaran dari konseptual framework.

Judul dapat dilengkapi dengan kalimat tambahan sebagai penjelasan, baik yang menunjukkan pembatas waktu dan lokasi maupun metode yang digunakan. Isi suatu karya tulis tidak terpapar begitu saja melainkan mengalir menurut kerangka kerja konsepnya. Hal ini berkaitan dengan fungsi judul yang berguna bagi pembaca dan penulisnya. Dengan demikian, judul bagi si peneliti merupakan kompas dalam menyusun tulisan tersebut, sedangkan bagi si pembaca, judul merupakan pencerminan atau identitas dari seluruh isi karya tulis yang dapat menjelaskan dan menarik perhatian para pembaca untuk dapat menelaah isi dari karya tulis itu.

  1. Syarat Penetapan Judul

Judul karya ilmiah harus dipikirkan secara sungguh-sungguh dengan memperhatikan persyaratan, antara lain :

    1. Judul harus relevan, artinya sebuah judul yang baik harus mempunyai pertalian dengan topik, isi dan jangkauan pembahasannya.
    2. Judul harus provokatif, artinya judul harus dirumuskan sedemikian rupa, sehingga dapat menimbulkan keingintahuan pembaca terhadap isi karya tulis itu.

    3. Judul harus singkat, artinya judul tidak boleh mengambil bentuk kalimat atau frase yang panjang, melainkan harus mengambil kata atau frase.

    4. Judul harus sejelas mungkin, artinya judul tidak boleh dinyatakan dalam kata kiasan dan tidak mengandung makna ganda.

    5. Judul harus dibatasi sedemikian rupa agar terdapat kesesuaian dengan karya tulis. Jauh lebih bijaksana memilih judul yang lebih terbatas dengan diikuti pembahasan luas dan dalam, daripada memilih judul yang luas dengan pembahasan yang sempit dan dangkal.
    6. Judul karya tulis hendaknya menunjukkan kepada pambaca hakekat pokok persoalan yang dikemukakan dalam karya tulis ilmiah, sehingga setiap pembaca dengan segera mengetahui apakah ia berkepentingan dengan karya itu atau tidak.

  1. Contoh Pemilihan Tema Dan Penetapan Judul Karyah Tulis Ilmiah

Untuk menghasilkan sebuah tulisan yang berbobot, penulis harus memilih tema yang menarik, memungkinkan untuk digarap, ruang lingkup yang tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit, dan hangat. Coba anda bandingkan tema-tema di bawah ini:

  1. Curah hujan di Indonesia vs Curah hujan di pulau Jawa
  2. Sejarah seni lukis di Indonesia vs Seni lukis di zaman kemerdekaan
  3. Perkembangan Islam vs Sebabnya Islam cepat tersiar
  4. Pembangunan di Indonesia vs Pembangunan ekonomi pada Pelita III
  5. Pengaruh kebijakan 15 Nopember 1978 terhadap masyarakat vs Pengaruh kebijakan 15 Nopember 1978 terhadap usaha kerajinan rotan di Amuntai
  6. Perkembangan pers di Indonesia vs Perkembangan pers di Indonesia ditinjau dari segi kebebasannya.

Dalam menetapkan karya tulis ilmiah, agar jelas menurut susunan beserta keeratan hubungan variabelnya biasanya dinyatakan dengan menggunakan kata-kata kunci (key word) tertentu yang tersusun dalam kalimat judul.

Untuk membuat judul, sebelumnya kita membuat synopsis, agar diperoleh gambaran keseluruhan isi karya ilmiah, kemudian membuat paling sedikit 3 judul. Di bawah ini merupakan ringkasan proses pembuatan judul.

Tabel Proses pembuatan judul

No.

Tema

Sinopsis

Judul

1.

Dengan pupuk majemuk kita melipatgandakan hasil bumi dalam rangka partisipasi dalam pembangunan

    1. Arti dan jenis pupuk majemuk

    2. Pengaruhnya terhadap tanaman pangan

    3. Cara pemakaiannya

      1. Gunakan pupuk majemuk demi suksesnya pembangunan

      2. Arti, pengaruh dan cara pemakaian pupuk majemuk

      3. Pupuk majemuk

(Pengaruh dan pemakaiannya bagi peningkatan hasil tanaman)

2.

Penggunaan jaring trawl yang benar, dalam peningkatan pemanfaatan sumber ikan demersal yang hidup di dekat dasar laut

    1. Pengertian ikan demersal dan daerah penyebarannya
    2. Cara penangkapan ikan demersal dengan jaring trawl

      1. Jaring trwal

      2. Ikan demersal dan cara penangkapannya yang benar dengan jaring trawl

      3. Penangkapan ikan dasar dengan jaring trawl

BAB III

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Tema adalah bidang kajian dalam karya tulis ilmiah, sedangkan judul adalah refleksi dari permasalahan sehubungan dengan tema yang dipilih.

Tema merupakan dasar dari penetapan judul karya tulis ilmiah yang berupa rancangan isi dari karya tulis ilmiah tersebut. Judul karya tulis ilmiah harus mencerminkan isi dan diusahakan tidak terlalu panjang. Tapi, terdiri dari kata-kata yang jelas, singkat, deskriptif, dan pernyataan tidak terlalu puitis.

Para pembaca dapat menelaah karya tulis ilmiah dengan baik karena dalam pemilihan tema dan penetapan judul sesuai dengan kerangka kerja konsep tulisan tersebut.

Adapun syarat penetapan tema yang baik:

  1. Tema menarik perhatian penulis

  2. Tema dikenal/diketahui dengan baik

  3. Bahannya dapat diperoleh

  4. Tema dibatasi ruang lingkupnya

Sedangkan syarat penetapan judul yang baik:

  1. Judul harus relevan

  2. Judul harus provokatif

  3. Judul harus singkat

  4. Judul harus sejelas mungkin

  5. Judul harus dibatasi

  6. Judul karya tulis hendaknya menunjukkan kepada pembaca hakekat pokok persoalan yang dikemukakan dalam karya tulis ilmiah

  1. Saran

Adapun saran dari penyusun makalah ini adalah diharapkan kepada seluruh pembaca makalah dalam pemilihan tema dan penetapan judul harus sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku sehingga tema dan judul yang ditampilkan dalam karya tulis ilmiah dapat menggambarkan dari keseluruhan isi, memudahkan penulis dalam menulis, serta memudahkan para pembaca dalam menalaah karya tulis ilmiah tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Sudjana, Nana, dkk. Menyusun Karya Tulis Ilmiah. Bandung : Sinar Baru Algesindo, 2004

Mochtar, Masrurah, dkk. Bahasa Indonesia. Makassar : UMI Press, 2004

Nur Tanjung, Bahdin, dkk. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah & Mempersiapkan Diri Menjadi Penulis Artikel Ilmiah. Jakarta : Kencana, 2009

Sudjana, Nana, dkk. Proposal Penilitian di Perguruan Tinggi. Bandung : Sinar Baru Algesindo, 2004

Hasni Bisri, Cik. Penuntun penyusunan Rencana Penulisan &Penelitian Skripsi. Jakarta : Logos, 1998

www.google.com. Diakses tanggal 20 Desember 2009, Pukul 06.00 WITA.

Adapun contoh dari pemilihan tema dan penetapan judul sebagai berikut:

No

Tema

Judul

1

Pendidikan guru

Peran dan kualifikasi guru dalam proses pembelajaran

2

Lingkungan

Pengaruh pemanasan global terhadap kehidupan sehari-hari

3

Ekonomi

Pengaruh kenaikan harga barang terhadap kemampuan daya beli masyarakat

4

Penilain

Efektivitas penggunaan metode simulasi dalam penataan P4 di kalangan perguruan tinggi

5

Akuntansi

Perlunya kedisiplinan dalam pencatatan laporan keuangan pada perusahaan PT.Sumber Maju Makassar

Tugas Kelompok

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia

MEMILIH TEMA DAN MENETAPKAN JUDUL

KARYA ILMIAH

Oleh :

KELOMPOK IV

HERLINA

IMELDA

IRMAWATI

ISNAENI

JUMARDI

KARTINI MUTHMAINNAH

SIDRATUL MUNTAHA

SRI HIDAYANTI

SRI NIRMALA SARI

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN

MAKASSAR

2009

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah Swt atas segala nikmat yang telah dilimpahkan kepada kita semua. Terutama nikmat kesehatan dan kekuatan sehingga pula nikmat-nikmat itu kami dapat menyesuaikan tugas makalah meskipun masih sangat sederhana.

Karena itu melalui kesempatan saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya. Karena penulisan makalah ini adalah merupakan sesuatu yang baru, maka adalah wajar jika didalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Olehnya itu atas semua kekurangannya selaku penulis juga tak lupa menyampaikan permohonan maaf disertai harapan tetap adanya saran kritik dari pembaca yang sifatnya membangun.

Sekian semoga makalah ini bermanfaat adanya. Amin.

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN 1

  1. Latar Belakang 1
  2. Rumusan Masalah 2

BAB II PEMBAHASAN 3

  1. Pemilihan Tema dalam Karya Tulis Ilmiah 3
  2. Penetapan Judul dalam Karta Tulis Ilmiah 6

BAB III KESIMPULAN 12

  1. Kesimpulan 12
  2. Saran 13

DAFTAR PUSTAKA 14

Posted in Bahasa Indonesia | 1 Comment »

Pendekatan Sejarah dalam Study Islam

Posted by akuntansiuin pada 27 Desember 2009

Oleh : Amir Tajrid, M.Ag.

Prologue.

Munculnya istilah Studi Islam, yang di dunia Barat dikenal dengan istilah Islamic Studies, dalam dunia Islam dikenal dengan Dirasah Islamiyah, sesungguhnya telah didahului oleh adanya perhatian besar terhadap disiplin ilmu agama yang terjadi pada abad ke sembilan belas di dunia Barat. Perhatian ini di tandai dengan munculnya berbagai karya dalam bidang keagamaan, seperti: buku Intruduction to The Science of Relegion karya F. Max Muller dari Jerman (1873); Cernelis P. Tiele (1630-1902), P.D. Chantepie de la Saussay (1848-1920) yang berasal dari Belanda. Inggris melahirkan tokoh Ilmu Agama seperti E. B. Taylor (1838-1919). Perancis mempunyai Lucian Levy Bruhl (1857-1939), Louis Massignon (w. 1958) dan sebagainya. Amirika menghasilkan tokoh seperti William James (1842-1910) yang dikenal melalui karyanya The Varieties of Relegious Experience (1902). Eropa Timur menampilkan Bronislaw Malinowski (1884-1942) dari Polandia, Mircea Elaide dari Rumania. Itulah sebagian nama yang dikenal dalam dunia ilmu agama, walaupun tidak seluruhnya dapat penulis sebutkan di sini.

Tidak hanya di Barat, di Asia pun muncul beberapa tokoh Ilmu Agama. Di Jepang muncul J. Takakusu yang berjasa memperkenalkan Budhisme pada penghujung abad kesembilan belas dan T. Suzuki dengan sederaetan karya ilmiahnya tentang Zen Budhisme. India mempunyai S Radhakrishnan selaku pundit Ilmu Agama maupun filsafat India, Moses D. Granaprakasam, Religious Truth an relation between Religions (1950), dan Dr. P. D. Devanadan, penulis The Gospel and Renascent Hinduism, yang diterbitkan di London pada 1959.[1]

Baca entri selengkapnya »

Posted in Metode Study Islam | Leave a Comment »

pengertian statistik ekonomi

Posted by akuntansiuin pada 27 Desember 2009

Pengertian Statistik dan Probabilitas

Mata kuliah statistika bagi mahasiswa sangat diperlukan terutama ketika seorang mahasiswa harus mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menginterprestasikan data untuk pembuatan skripsi, thesis atau disertasi. Dalam hal ini pengetahuan statistik dipakai dalam menyusun metodologi penelitian.

Sebagai suatu ilmu, kedudukan statistika merupakan salah satu cabang dari ilmu matematika terapan. Oleh karena itu untuk memahami statistika pada tingkat yang tinggi, terebih dahulu diperlukan pemahaman ilmu matematika.

Dinegara maju seperti Amerika, Eropa dan Jepang, ilmu statistika berkembang dengan pesat sejalan dengan berkembangnya ilmu ekonomi dan teknik. Bahkan kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh sejauh mana negara itu menerapkan ilmu statistika dalam memecahkan masalah-masalah pembangunan dan perencanaan pemerintahannya. Jepang sebagai salah satu negara maju, konon telah berhasil memadukan ilmu statistika dengan ilmu ekonomi, desain produk, psikologi dan sosiologi masyarakat.

Sejauh itu ilmu statistika digunakan pula untuk memprediksi dan menganalisis perilaku konsumen, sehingga Jepang mampu menguasai perekonomian dunia sampai saat ini. Baca entri selengkapnya »

Posted in Statistik Ekonomi | Komentar Dinonaktifkan pada pengertian statistik ekonomi

Pengertian Ekonomi

Posted by akuntansiuin pada 27 Mei 2009

Ekonomi adalah sistem aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Kata “ekonomi” sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti “keluarga, rumah tangga” dan νόμος (nomos), atau “peraturan, aturan, hukum,” dan secara garis besar diartikan sebagai “aturan rumah tangga” atau “manajemen rumah tangga.” Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja. Ilmu yang mempelajari ekonomi disebut sebagai ilmu ekonomi.

Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).
dikutip dari : http://info.g-excess.com/id/info/EkonomiPengertian.info

Posted in Ekonomi dan Bisnis | Komentar Dinonaktifkan pada Pengertian Ekonomi

Pengertian Manajemen Keuangan

Posted by akuntansiuin pada 26 Mei 2009

A. Pengertian Manajemen Keuangan

Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan. Baca entri selengkapnya »

Posted in Manajemen Keuangan | Komentar Dinonaktifkan pada Pengertian Manajemen Keuangan

Konsep ihsan galak berbuat kebajikan

Posted by akuntansiuin pada 27 April 2009

Konsep ihsan galak berbuat kebajikan
Posted by: nurjeehan in Akhlak & Adab, Kehidupan Sosial, Muamalah

Oleh Dr Engku Ahmad Zaki Engku Alwi

Setiap Muslim hendaklah menyempurnakan amalan ibadat bertepatan ajaran Islam.

Amalan secara menyeluruh bantu manusia capai matlamat jadi individu bertakwa

IHSAN adalah satu daripada tonggak yang sama-sama menegakkan kerangka agama Islam seiring dengan iman. Namun, ramai umat Islam sekarang memandang remeh konsep ihsan sehingga tidak mengambil endah kepentingannya dalam kehidupan seharian.

Jika diteliti secara mendalam, ihsan sama penting seperti iman dan Islam dalam menentukan hala tuju kehidupan seseorang Muslim, sama ada bahagia di dunia dan akhirat atau sebaliknya.

Ihsan ialah berbuat baik atau berbuat sebaik mungkin, manakala dalam pengertian istilah, ihsan dapat didefinisikan sebagai ajaran atau konsep yang mendukung etika kerja yang baik.

Berdasarkan kepada perspektif ini, ihsan dapat difahami sebagai satu produktiviti kerja secara optimum, iaitu bekerja dan melaksanakan sesuatu tugas sesuai dengan hasil sumbangan yang terbaik serta berkualiti tinggi. Baca entri selengkapnya »

Posted in Hadis Muamalah | Komentar Dinonaktifkan pada Konsep ihsan galak berbuat kebajikan

akuntansi to day

Posted by akuntansiuin pada 17 April 2009

akuntansi

Posted in Uncategorized | Leave a Comment »